My Photo

August 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            
Powered by Friendster Blogs

Lembayung Bali, A Song for My Best Friends

Kalo ditanya lagu apa yg ga akan pernah bosan kudengar, jawabnya ada dua. Lembayung Bali dan Nuansa Bening. Yup, itu dua lagu favorit sepanjang masa ^_^.  Dan rupanya ada yg penasaran kenapa aku suka bgt ama Lembayung Bali. Kalau dibilang ada memori tertentu, jawabnya iya memang. Tapi bisa kupastikan bukan memori dg someone special. Aku pastikan itu ya, Feb ^_^.

Teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa

Puitis ya? Atau yg lain, menyebut seorang sahabat sbg sosok yg mengaliri cawan hidup kita. Nah, rangkaian kata bernuansa persahabatan itulah yg membuatku terkesan ma lagu ini. Lagu ini jd begitu memorable krn aku dengar utk yg pertama kali di hari2 penantian pengumuman SPMB (2002) yg berarti jg saat2 perpisahan ma teman2 SMU.

Jadi sebenarnya, kalo ditanya sosok siapa yg membuatku selalu mengenang lagu ini? Jawabnya adalah..... mereka, sahabat2ku semenjak SD, SMP, SMU dan jg yg aku temui selama hidup di Yogja. Kami udah berpisah sekian tahun dan pastinya banyak perubahan dalam diri masing2, namun persahabatan ini masih tetap terjalin. Dan insyaAllah 'tuk selamanya ya? Disini aku mau ngucapin makasih buat persahabatan yg berumur hampir satu dasawarsa, bahkan jg ada yg hampir 15 thn. Alhamdulillah, ga kerasa lho, hiks...hiks...

Simpul persahabatan ini boleh saja usang, sahabat. Tapi itulah petanda bahwa kita telah bersama melewati waktu. Keep contact ya, jgn biarkan simpul ini terurai. I really...really miss u.


Menatap lembayung di langit Bali
Dan kusadari betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
Bebas berandai mengulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
Masa yang t'lah kuingkari
Dan meninggalkanmu... Cinta

Teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa
Masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawasku
Semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan tempaan
Semangatmu itu... Jingga

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
Senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal
Keajaiban ini... Mimpi

Andai ada satu cara
'Tuk kembali menatap agung surya-Mu
Lembayung Bali

 

For them : my old friend, my best friend

                            

Memiliki Kehilangan ~ Letto

Tear_3

Kehilangan. Tak ada seorang pun yg tidak pernah merasakannya. Tanpa disadari sudah banyak kehilangan yg dialami seorang anak manusia sepanjang hidupnya. Kehilangan orang yg dicintai, kerabat, sahabat, benda kesayangan atau bisa juga binatang peliharaan yg menjadi teman melepas penat. Kehilangan yg bersifat sesaat (perpisahan) atau selama2nya (kematian). Pahit memang ketika kita harus merasakan kehilangan terlebih lagi bila harus berpisah utk selama2nya, tapi bukankah itu adalah sesuatu yg alami terjadi. Tak ada yg kekal di dunia ini, selain Dia.

tak mampu melepasnya walau sudah tak ada
  batinmu tetap merasa masih memilikinya
       
rasa kehilangan hanya akan ada
     jika kau pernah merasa memilikinya

pernahkah kau mengira kalau dia kan sirna
walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa
        rasa kehilangan hanya akan ada
     jika kau pernah merasa memilikinya

Dalam hening aku mendengarkan lagu ini sembari duduk beratapkan langit malam. Memandangi hamparan langit dan bintang2 yg berserakan di atas sana. Selalu ada saat2 dimana aku ingin sendiri seperti ini, menikmati langit malam sembari menitipkan gundah hati pada angin malam. .... pernahkah kau mengira kalau dia kan sirna .....  Ada bulir air mata menetes di pipi. Kunikmati kehilangan itu.

Senandung Rindu ~ Tohpati Feat. Sutha (AFI)

aku bernyanyi di dalam hati
senandung rindu kepadamu pujaanku
bilakah nanti kau kan mengerti
maksud hatiku untuk saling memiliki

[reff]

aku ingin rasa indah kan hadir untukmu
meluluhkan mimpi-mimpi
tak berhenti jiwa ini menanti dirimu
berjanji setia padamu dalam setiap detikku

Tuhan, tolonglah buka hatinya
agar kudapat bahagia bersamanya
tak kuingkari dia tak sendiri
tapi kutahu apa yang tlah dia rasakan

back to [reff] 2x

aku bernyanyi di dalam hati
senandung rindu

Kata apa yg bisa mewakili? So sweet.... (halah..!! ^_^)
Pengagum Tohpati? Coba deh, dengarkan sendiri. Tapi jgn lupa kontribusinya Sutha ya.
Tadinya bingung mau di posting di blog atau cukup di review aja. Tapi akhirnya masuk sini juga ;p.

Naluri

bawa aku, Naluri
melayang
menembus batas

kala semua usai
kan kutapakkan kakiku
kembali ke bumi


-sebuah perjalanan-

c.c. .......... (2)

boleh kupinjam peranmu?

janji, takkan lama

jg ingin menguak tabir

bersamamu

ajari aku...

Menjelang Juni...

Sebelum itu Juni terasa sama dg bulan-bulan lain di penanggalan masehi, bahkan sedikit lebih indah. Mungkin karena aku terlahir ke dunia pada bulan itu. Bulan spesial, semoga tidak terdengar berlebihan.

Waktu berjalan dan kudapati sudah 2 kali Juni tak terasa seperti dulu. Tepatnya, sejak di sudut itu tersimpan satu kotak invisible, kotak tempat aku menyimpan sebuah kenangan tentang Juni. Satu hal yg tak pernah kupahami hingga saat ini, kenapa terkadang aku masih saja menghampiri kotak itu. Membukanya dan menikmati perih itu sendiri. Padahal aq tahu tak kan ada yg berubah saat aq kembali menutupnya.

Tahun ini aku berharap Juni ku kembali. Ceria, seperti dulu.


Kini semua bukan milikku. Musim itu telah berlalu. Matahari segera berganti.
Gelisah ku menanti tetes embun pagi. T
ak kuasa ku memandang datangmu, Matahari.
(Badai pasti berlalu - Chrisye)

*) Aku, yg masih sering bertanya, "Rabb, sebenarnya ada apa di balik episode sisipan itu?".

c.c. .......... (1)


h
  e
    n
      i
        n
          g



... masih adakah kata? ...



aq pamit.

to : db

kau?
ya, itu kau
dalam mimpi menyapaku
masih seperti dulu

long time no see, my friend

guraumu,
yang paling kurindu



*) sepenggal mimpi tadi malam


Senandung Cinta Untuk Bunda

Di bawah ini ada satu puisi indah yg hanya bisa ditulis oleh mereka yg merasakan kehilangan itu. Kukutip di blog ini tanpa ada penambahan/pengurangan/peng-editan. Sebagai renungan untukku, yg tiba2 merasa takut kehilangan dirinya...


Bungabunda200_4







bunda...
seandainya kau ada disini
takkan ada tetes bening mengalir dari kelopak mataku
tangan lembutmu pasti kan selalu ada tuk mengusapnya

bunda...
seandainya kau ada disini
takkan ada gundah membayangi hariku
ketenangan kan tersalur lewat genggaman jemarimu

bunda...
seandainya kau ada disini
takkan ada kebekuan didalam hati
dekapan hangatmu kan selalu menemani

bunda...
seandainya Dia mengijinkan aku meminta
kan kupinta kesempatan tuk dapat mencium takzim punggung tanganmu lagi

bunda...
seandainya aku dikembalikan ke alam tinggi dan boleh memilih siapa bundaku
takkan ragu kupilih rahimmu sebagai alam kecilku

bunda...
seandainya Dia masih mengijinkan aku menghirup udara esok hari
kuingin tatap wajahmu di bayangan mentari

bunda...
seandainya malam ini mataku tertutup dan tak pernah terbuka lagi
maafkanlah segala dosaku
maafkan atas airmata yang mengalir karena ketidakpatuhanku
maafkan atas gundah karena mengkhawatirkanku
maafkan atas kata2ku yang pernah menggores luka di laci hatimu

bunda...
kutemukan kedamaian samudera dimata teduhmu
kutemukan kekuatan karang di balik do'amu
kutemukan kesejukan mataair di lembut senyummu
kutemukan kehangatan mentari dikala dhuha di hangat dekapanmu
kutemukan keikhlasan mentari di lautan kasih sayangmu

bunda...
seandainya takdirNya tak lagi mempersuakan raga
biarlah jiwa dan do'a kita bersatu di atas sana
biarlah Dia mengikatnya dengan tali cinta dan menyulamnya menjadi sutra kasih

bunda...
suatu saat nanti
bila syurgaku berpindah dari telapak kakimu
iringi aku selalu dengan do'a restumu
karena bagiku do'amu adalah hadiah terindah dalam hidupku


saat hati gerimis mengenangnya
England, disepinya malam
Akmal

(diambil dari milis kafemuslimah.com)

tentang AAC

Akhirnya, jd jg nonton Ayat-Ayat Cinta (AAC). Udah janjian jauh2 hari ma sobatku yg jg pecinta novelnya. Begitu resmi dirilis, langsung janjian cari hari buat nonton dan terpilihlah hari Minggu. Berangkat dari rumah jam 10 dg harapan bisa dpt tiket yg jam 12. Nyampe di Royal Plaza, antrian tiket udah memanjang. Masa mau pulang?  Ya ga lah, kan udah nyampe sini. Pilih antrian terpendek, dan kebagian tiket utk pemutaran jam 3. Sabar...sabar...

Dari byk obrolan di internet, aku tau klo filmnya bakal beda ma novel. Krn itu aku memilih utk meng-amnesia-kan diri dari novel. Tapi krn udah 3x baca, misi itu ga berjalan maksimal. Sepanjang film diputar, di bbrp bagian seperti ada 2 alur cerita di kepalaku (membandingkan, red). Apalagi waktu ada adegan yg timing-nya ga sama seperti yg ada di novel, misal : waktu pamannya Nurul menemui Fachri utk memintanya menikahi Nurul. Di novel, bagian itu ada di pagi hari sebelum Fachri melangsungkan akad nikah, sementara di film adegan itu muncul setelah Fachri menikah. Persepsi dari seseorang yg belum membaca novelnya, seperti ini : "Kok Ustad meminta keponakannya dipoligami?". Nah lho, pdhl kan yg dimaksud di novelnya sama sekali ga seperti itu. Uphh, gemes...!!!

..........................................
..........................................
..........................................

Aku ingin engkau selalu
Hadir dan temani aku

Di setiap langkah yang meyakiniku
Kau tercipta untukku

Meski waktu akan mampu
Memanggil seluruh ragaku

Ku ingin kau tahu ku selalu milikmu
Yang mencintaimu sepanjang hidupku

Sungguh hanyalah dirimu
Yang aku cintai

Dan sungguh ku kan disisimu
Hingga ku mati


Kolaborasi apik Ungu Feat. Rossa (Tercipta Untukku) jd penutup film ini.

Puas dg filmnya? Ehm... nggak. Menurutku, kekuatan dan keindahan novel AAC terletak di pesan2 yg muncul sejak awal hingga akhir cerita. Tapi sayangnya di film ini pesan2 itu justru ga tampak  dan lebih berat ke poligaminya. Seandainya bagian ttg poligami itu dihilangkan pasti lebih byk bagian novel yg bisa dieksplorasi dan ditampilkan.

Menurut bapak sutradara (Hanung B.), di film ini dia mencoba membuat tokoh2nya lebih membumi krn gambaran di novel terlalu sempurna. Hmm, ya, interpretasi orang memang berbeda-beda. Aku pribadi memandang sesuatu yg dianggap sbg "kesempurnaan" itu sejatinya adalah cerminan kadar iman & taqwa yg tinggi dari seorang hamba. Rasanya wajar2 saja kalo mahasiswa/i Al Azhar seperti itu, dan bukan tidak mungkin di sekitar kita (tengok kanan-kiri, ah) ada sosok seperti Fachri atau Aisyah. Mengapa tidak memilih utk memunculkan sosok "sempurna" itu sbg gambaran atau contoh buat yg masih awam seperti aku ini? Mengapa coba?

Sebenarnya, obsesi ku buat nonton film ini ga lain ya utk mendapatkan visualisasi dari apa yg kubaca di novel. Tapi ternyata obsesi tinggallah obsesi. Klo ngebahas ttg para pemerannya, kyknya ada bbrp teman kampus yg bisa jadi kandidat pemeran Aisyah. Asli, bakal lebih dapet karakternya, hehe...

Novel is the theatre of mind, film is the real theatre. Aku baru nemu kalimat itu. Sepakat? Ya, bolehlah. Mungkin kalimat itu bisa digunakan utk menutupi kekecewaan penggemar novel AAC saat menonton filmnya (khusus buat yg kecewa aja lho, klo kmu suka ma filmnya ya gpp). Imajinasi di kepala memang susah digantikan. Walaupun begitu, aku masih berandai-andai, gimana klo film AAC digarap ma Mr. Deddy Mizwar atau -yg lebih aneh lagi- Kang Abik jd punya kemampuan menyutradarai. Nah, mulai dech, dunia - khayal....


*) btw, Tercipta Untukku dalem bgt, bisa buat wedding song nih kyknya, hehehe...